Kota pelajar itulah julukan dari
kota jogjakarta. Aku dan kawan-kawanku sekelas telah berkunjung ke sana, dalam
rangka perpisahan kelas. Sayangnya wali kelas kami tidak bisa mengantar kami, tapi
ada seorang guru yang rela meluangkan waktunya untuk ikut memandu kami saat di
Jogjakarta, beliau adalah Ibu Hilya.
Hari pertama, kami mengunjungi
candi prambanan. Di sana pengunjung diharuskan memakai sarung yang sudah disediakan
oleh panitia. Awalnya terasa sulit bagiku untuk memakainya karena aku hanya
terbiasa memakai sarung yang digunakan untuk sholat, bukan sarung yang biasa orang
hindu pakai untuk beribadah, seperti
sarung bermotif candi yang kami pakai pada saat masuk ke area wisata candi. Di
tempat wisata candi Prambanan ternyata terdapat juga candi sewu. Mungkin tidak
semua orang tahu bahwa di tempat wisata candi prambanan terdapat juga
candi-candi lainnya.
Tempat wisata selanjutnya yang
kami kunjungi adalah Istana Ratu Boko. Setibanya di sana, kami dihadapkan oleh
banyaknya anak tangga yang siap menuntun kami menuju tempat wisata di atas. Di
tempat wisata ini pengunjung juga diwajibkan memakai sarung. Setelah melewati
anak tangga yang cukup menguras tenaga. Kini terlihat perbedaan antara tempat
di atas dan di bawah. Di atas ternyata cukup indah dan cocok untuk berfoto ria
bersama kawan-kawan, ketimbang di bawah yang terlihat biasa-biasa saja.