“ Setelah
sekian lama akhirnya ku kembali menulisakan kata-kata yang tak bermakna ini.
Beberapa pelajaran hidup terlewati dengan hati yang tegar. Banyak hal yang
menarik dalam perjalanan tak sanggup tertuliskan dalam catatan kusut ini.
Sedih, bahagia, suka,
cita maupun duka tercampur aduk menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan
dalam hidup ini. Membiasakan tersenyum dengan tenang walaupun hati ini
meneteskan air mata haruslah dipelajari dan dibiasakan. Karena untuk apa kita
selalu diliputi kesedihan jika kita selalu mengerutkan dahi. Untuk apa kita
mempermasalahkannya kalau kita sudah berkata apa adanya dan jujur dengan
sejujur-jujurnya terhadap apa yang kita lakukan, dan mereka malah menganggap
mu sebagai sampah yang berada pada tempat yang sehina-hinanya.
Apakah mereka
tidak berpikir? Bahwa bagaimana jikalau diri mereka mersakan hal yang sama
seperti itu.
Mereka seharusnya berpikir demikian, tapi malah mereka tertawa
dengan lebar seolah-olah mereka sedang menonton sebuah komedi yang mengocok
perut mereka. Sungguh sangat menyakitkan. ”

