Selasa, 22 April 2014

Renungan Untuk Kita

“   Setelah sekian lama akhirnya ku kembali menulisakan kata-kata yang tak bermakna ini. Beberapa pelajaran hidup terlewati dengan hati yang tegar. Banyak hal yang menarik dalam perjalanan tak sanggup tertuliskan dalam catatan kusut ini.
Sedih, bahagia, suka, cita maupun duka tercampur aduk menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam hidup ini. Membiasakan tersenyum dengan tenang walaupun hati ini meneteskan air mata haruslah dipelajari dan dibiasakan. Karena untuk apa kita selalu diliputi kesedihan jika kita selalu mengerutkan dahi. Untuk apa kita mempermasalahkannya kalau kita sudah berkata apa adanya dan jujur dengan sejujur-jujurnya terhadap apa yang kita lakukan, dan mereka malah menganggap mu sebagai sampah yang berada pada tempat yang sehina-hinanya.
Apakah mereka tidak berpikir? Bahwa bagaimana jikalau diri mereka mersakan hal yang sama seperti itu. 
Mereka seharusnya berpikir demikian, tapi malah mereka tertawa dengan lebar seolah-olah mereka sedang menonton sebuah komedi yang mengocok perut mereka. Sungguh sangat menyakitkan.                                                             




Apa yang akan kau rasakan bila kau diacuhkan oleh sahabat-sahabatmu? Tentunya kamu akan merasakan sakit bukan? Apakah kita ini mempunyai salah dengan mereka? Lalu kesalahan apa yang membuat mereka bersikap seperti itu kepada kita?
Di sinilah kita belajar rasa atau kata para santri biasa menyebutnya ‘Ngaji Rasa’ dimana kita bisa mempelajari apa yang dirasakan oleh mahluq/orang lain melalui diri kita sendiri.
Ketika pada saat diri kita tidak nyaman dengan sikap orang lain perhatikanlah sikap orang lain itu dan berpikirlah. Jikalau kita melakukan hal seperti itu kepada orang lain mungkin orang lain juga akan merasakan hal yang sama. Jadi kesimpulannya adalah jangan melakukan perbuatan yang kita tidak senangi kepada orang lain. Awali dulu dari diri kita sendiri kemudian orang lain. J

About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

Posting Komentar

 
irhi © 2015 - Designed by Templateism.com